Cari Blog Ini

Jumat, 25 November 2011

CERPEN

PERPISAHAN

Hanya perih yang ku rasa. Apakah salah selama ini ku menilaimu dan berani megambil keputusan untuk slamanya hidup dengan mu. Apakah aku salah telah menikah dengan mu??.
Hanya pertengkaran yang mewarnai rumah tangga kita,ke egoisan mu,ke egoisan ku itu semua tak dapat di hilangakan tanpa ada kesadaran kita masing-masing. Sudah cukup air mata ku mengalir untuk mu,malam ini kita hanya diam seribu bahasa dalam ruangan yang sepi di temani lantunan jangkrik di luar rumah  yang dingin ini. Dingin, sedingin hati ku yang tak mampu melihat mu tak mampu tetapi ingin terus bersama mu. Hati ku mengatakan “pergilah darinya”atau“jangan tingggalkan bila kau masih menyayanginya”.
Aku hanya terdiam duduk di sudut kamar yang terkunci dan berharap tak ada yang menggangu ku dalam lamunan yang tak pernah ku harapkan. ku menutup diri ku dan tak mau luka ini terus bertambah bagika luka yang kini berdarah kembali. Ku tatap langgit-langit kamar ku yang ada hanya cahaya lampu,apakah cinta ku dan dia akan seterang cahaya itu??. Mengapa tuhan harus menemukan aku dan dia, kenap tidak dengan yang lain. Yang mampu mengerti persaan ku dan memahaminya. Bukankah itu tujuang seseorng menjalin hubungan cintnya.
Dia hanya duduk diam di luar tanpa ada kata-kata yang akan di ucapkannya untuk ku, ataukah sebuah kata maaf yang di ucapkan. Dan ku harap itu akan keluar dari mulutnya,ternyata tidak.Aku tak tau sebenarnya apa yang ada di dalam hatinya. Masih adakah cinta yang dulu,yang mengetarkan hati ini serpi dulu..dulu..lama sekali. Sewaktu dia memeluk ku,akankah rasa itu datang kembali untuk ku. Dirinya memang tipikal laki-laki yang dingin,yang tak mampu memanjakan pasangannya. sekarang dia tertidur dengan menutup wajahnya dengan lengan,begitu berat rasanya yang di pikirkanya,begitu juga aku.
Mungkin kami tak tau bagaimana meluruskan kembali hubungan kami. Ataukah PERPISAHAN yang terBAIK??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar